1. Meraih Mimpi Sebatas Selimut (Jerry)
Pesan Whatsapp masuk pagi ini disela-sela banyaknya komentar. Pesan itu berisi tentang mimpi. Saya jadi teringat kisah Yusuf yang bermimpi berjumpa Malaikat. Pesan singkat itu berasal dari seorang kawan. Ia bernama Bapak Jerry, keluarga muda, penikmat seni panggung tanpa mengejar rupiah. Ia suka dan sering bermain monolog lucu penuh gurauan. Berikut ini apresiasinya terhadap pengalaman yang dijumpai dan dialaminya dalam keseharian. Setiap orang pasti pernah bermimpi. Aku pun sama. Aku terkadang sampai mencari maknanya dari mimpi yang kualami. Aku terkadang ingin membuktikannya.
Mimpi tanpa makna membuat terlena dalam siksa. Ketika terbangun sekejap ia pergi. Aku terusik dan ingin bertanya pada mimpi itu sendiri. Apa maknanya?!? Apa yang membuat hati ingin memeluk mimpi itu? Mengapa kau datang padaku? Aku hanya ingin tahu apa maumu? Aku ingin mengungkap jati dirimu.
Perjuangan malam. Perjuangan gelap. Mimpi kukejar. Aku kejar mimpi. raga berselimutkan mimpi. Mimpi menyelimuti raga yang terbuai kegelapan. Terang pergi terusir selimut mimpi remang-remang. Aku bermimpi mengkritik malam. nyatanya terang pergi mengkritiku tidurku yang remang-remang.
Sahabat, aku ingin mengejar mimpi dan bisa mengritiknya habis-habisan sebelum pagi. Nyatanya, aku yang justru dikritik habis tanpa makna berisi. Setelah fajar tiba, kunikmati kritikan sebagai lauk pauk. Kegagalan kunikmati sebagai minuman. Sindiran sebagai lalapan. Permasalahan menjadi pencuci kritikan.

Masa Adven IV, 22 Desember 2019
Lembar Suplement
 

3MEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS
Jalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621
Kode Pos 602116 Surabaya – Jawa Timur – Indonesia


2. Bapa Yusuf, Tunangan Maria, Mendapatkan Mimpi
Hari Minggu Gaudete Adven III. Tahun C/I. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: Yesaya 7: 10-14; Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6; Roma 1:1-7; Injil Matius 1:18-24.
Kita mengetahui nubuat kelahiran Yesus. Ia dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria, yang sedang bertunangan dengan Yusuf, dan mereka belum berada dalam ikatan perkawinan. mereka saling menjaga hubungan pertunangannya. Kita mengetahui pribadi Bunda Maria. Ia seorang perawan pilihan Allah. Maria bertunangan dengan Yusuf. Maria mendapatkan karunia mengandung Yesus dari Roh Kudus. Maria menghadirkan Putera Allah dalam kandungannya. Maria menjadi tabut perjanjian baru. Wajah Maria sungguh manis, berseri-seri penuh sukacita bagi dunia, dan mendapatkan karunia Allah untuk memberikan nama kepada Anak yang akan dilahirkannya, Emmanuel, Allah beserta manusia. Kita mengetahui Bapa Yusuf. Yusuf dikenal masyarakat sekitar sebagai pekerja tukang kayu. Yusuf seorang pribadi yang tulus hati. Ia setia, taat, dan melakukan Hukum Taurat dalam kehiduapan sebagai orang Yahudi. Ia adalah anak dari Matan (Matius 1:16). Yusuf keturunan Daud (Matius 1:20; Lukas 1:27). Bapa Yusuf mengalami pergulatan dalam hidup pertunangannya. Kita bisa membayangkan jika kita sebagai Yusuf. Apakah kita tidak terkejut? Kecewa? Marah? Merasa gagal menjaga tunangan? Siapakah yang telah menghamilinya? Kita juga tentunya berpikir bahwa Yusuf sangat mencintai Maria. Kita tahu bagaimana ketulusan hati Yusuf, pastilah ia juga mempertimbangkan imannya: Maria mengandung anak siapa? Siapakah lelaki itu? Atau apakah Maria lebih mencintai dia? maka, Yusuf ingin menceraikan dia dengan diam-diam. Yusuf mendapatkan karunia dari Roh Kudus melalui kabar Malaikat supaya jangan takut dan tetap menjaga keluarganya, Maria dan Anak yang dikandungnya. Sikap dan tindakan Yusuf merupakan keputusan besar dalam karya keselamatan Allah. Yusuf mau mengambil partisipasi karya ilahi demi keselamatan manusia. Pada masa Adven IV, pengharapan kita kepada Allah Putera yang menjadi Manusia semakin dekat. Putera Allah pasti akan datang. Ia hidup di antara manusia. Allah peduli dengan kehidupan manusia melalui sikap, dan tindakan Yusuf yang diam-diam, terbuka hatinya, dan menjadi teladan hidup kita dalam ketenangan.

3. Sharing OMK 1 oleh Audrey
Sore hari itu, aku bertemu dengan romo di sanggar Maria. Tanaman hijau tak terpantul cahaya langsung matahari. Aku memberanikan diri untuk bertanya bagaimana caranya menulis satu karya. Katanya: tulislah, apa yang ingin ditulis. Nama Saya Audrey. Saya belajar di sekolah menengah umum negeri. Karya ini saya beri judul: Perjuangan Orang Muda Katolik di sekolah negeri Surabaya. Menjadi murid-murid Kristus merupakan panggilan jiwa yang sangat mulia. Menjadi murid-Nya bukan berarti saya terhindar dari tantangan-tantangan dunia. Menjadi murid Kristus, saya belajar bagaimana mengungkapkan iman, harapan, dan cinta, serta menyikapi, merespon, dan merefleksikan tantangan-tantangan hidup. Pada zaman ini, OMK belajar di sekolah negeri dan sekolah swasta non katolik; perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta non katolik. Mereka tidak banyak jumlahnya di tempat pendidikan itu. Menurut mereka, agama adalah hal yang masih bersifat tabu untuk dibicarakan. Padahal secara tidak langsung mereka juga sedang membahas mengenai perjuangan iman yang sebetulnya sangat dibutuhkan pada masa sekarang oleh mereka yang bersekolah di sekolah negeri. Tantangan hidup kaum remaja dan kaum muda. Mereka belajar di sekolah negeri itu memiliki tantangan tersendiri bagi beberapa Orang Muda Katolik; terutama remaja yang masih labil. Mereka masih belum siap memikirkan masa depan: mempertanggungjawabkan iman dan moral katolik, menjadi saksi di tengah masyaraka, merasa diri sebagai kelompok minoritas, dianggap beda, dianggap asing, seolah-olah aneh jika beriman beda, dan kurang percaya diri sebagai remaja dan kaum muda. Adakalanya, mereka disudutkan dengan tidak mendapatkan tempat sebagai pengurus karena iman dan agamanya. Keresahan ini sering timbul dengan beberapa tantangan-tantangan kecil. Namun tantangan kecil ini bisa berisiko besar dan berakibat fatal. Misalnya, OMK lebih suka menonton dari pada membaca; lebih suka main game dari pada menulis; lebih suka hidup berkelompok minat dan bakat dari pada berkomunitas dalam kelompok membaca, merenung, dan sharing pengalaman iman; lebih suka mencari dan memilih pacar dari pada mencari teman sebanyak-banyak dan bersahabat.