1. Persimpangan Jalan

Sore hari itu hujan sangat deras. Suara gemuruh di langit sangat kuat hingga memekakkan telinga. Kami naik sepeda motor matic berboncengan. Dia pegang kendali setir mengendarai, aku duduk di belakangnya. Motor melaju dengan sangat lambat, karena kepadatan volume kendaraan lain yang sedang lalu-lalang.

“Bagaimana Kang, kita berhenti berteduh atau terus saja?” Tanyaku.

“Kita lanjut saja terus sekalian kuyub, toh nanti kita sampai di tempat bisa ganti baju dan celana!” Katanya.

Bagaimana kalo aku saja yang setir kendaraannya?! Tanyaku lagi. “Iya, tidak masalah....” Jawabnya dengan nada yang agak berat.

Kami berhenti di persimpangan jalan empat lalu lintas. Sesekali satu dua mobil meng-klakson kami yang berhenti di pinggir jalan. Temanku agak jengkel. Katanya kenapa orang begitu mudah untuk meluapkan hatinya dengan mengklakson seenaknya. Ia terganggu dan langsung melotot ke sopir mobil yang membunyikan bel klaksonnya dengan keras.

“Aku menyelanya yang hampir mengumpat, sabar-sabar...” Selaras harmoni terdengar suara angklung sunda dengan irama koplo rancak ditengah derasnya hujan, namun suara mereka bernyanyi sangat lantang.

Kami dipanggil oleh salah satu pemusiknya untuk merapat dan berteduh. Kami berteduh dan mendengarkan suara musik dengan lagu Hujan di Malam Minggu. Kami berteduh, menikmati lagu-lagu yang menenangkan jiwa. Kami berdua tertawa setelah bisa memaklumi hujan, ramai jalan, dan bunyi klakson itu.

 

2. Garam Dunia dan Terang Dunia Tahun A/II.

Hari Minggu Biasa V. Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Yesaya 58:7-10; Mazmur 112:4-5.6-7.7.8a.9; I Korintus 2:1-5; Injil Matius 5:13-16.

Saudara-Saudari yang terkasih,

Yesus bersabda kepada murid-muridNya di suatu bukit. Murid-murid sebagai garam dunia. Seorang murid harus tetap menjdi asin. Yesus menegaskan bahwa menjadi asin maka tidak akan dibuang dan diinjak-injak orang. Yesus bersabda kamu harus menjadi terang dunia. Murid-murid harus menjadi terang dunia. Yesus mengkaitkan dengan kota yang berada di gunung tidak akan tersembunyi. Orang menyalakan pelita di atas gantang. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga. Saudara-Saudari yang terkasih, Bagi kita, beranilah menjadi garam dunia. Bagi kita, beranilah menjadi terang cahaya kehidupan. Menjadi garam dunia dan garam dunia adalah prasyarat menjadi seorang Katolik yang baik dalam setiap pergaulan di dunia ini

Saudara-Saudari yang terkasih,

Orang Katolik yang menjadi garam dunia, ia mau terlibat dan berpartisipasi dalam karya Allah, karya Gereja yang meneruskan karya Allah, dan berani bergerak dalam iman-partisipatif di setiap Lingkungan dimana ia tinggal. Seorang Katolik yang baik bahwa ia mau berpartisipasi menjadi pengurus pelayanan di Gereja: DPP, BGKP, Asisten Imam, Ketua Lingkungan, Team Kesehatan Paroki, Team Katekese, Team Sosial, dan terbuka dalam komunitas kategorial.

Saudara-Saudari yang terkasih,

Orang Katolik yang menjadi terang dunia, ia mau terlibat dan berpartisipasi warga masyarakat negara Republik Indonesia dalam terang iman Katolik. misalnya: kunjungan keluarga-keluarga dalam Lingkungan Katolik, mengajak anak-anak hingga dewasa dalam hidup Lingkungan, komunikasi-koordinasi-kerjasama erat dengan linta iman dan keyakinan di masyarakat, mau dilibatkan menjadi pengurus RT/RW, menjadi anggota dewan dengan mengedepankan hati nurani kristiani, berbagi makanan, minuman, pakaian, tumpangan, kepada orang-orang miskin.

 

3. Para Pengurus Baru Dalam Pelantikan Sebagai Peristiwa Iman

Misa II Minggu, 09 Februari 2020, Paroki Santo Stefanus Surabaya, akan terjadi pelantikan DPP, BGKP, Ketua Lingkungan, Ketua Stasi, dan Asisten Imam untuk periodisasi tiga tahun ke depan.

Hukum Gereja Katolik Kanon. 532 Dalam semua urusan yuridis, Pastor Paroki mewakili badan hukum paroki menurut norma hukum; hendaknya ia mengusahakan agar harta-benda paroki dikelola menurut norma kanon-kanon 1281-1288.

Hukum Gereja Katolik Kanon 536 § 1. Jika menurut penilaian Uskup diosesan setelah mendengarkan dewan imam dianggap baik, hendaknya di setiap paroki dibentuk dewan pastoral yang diketuai Pastor Paroki; dan dalam dewan pastoral itu kaum beriman kristiani bersama dengan mereka yang berdasarkan jabatannya mengambil bagian dalam reksa pastoral di paroki, hendaknya memberikan bantuannya untuk mengembangkan kegiatan pastoral. 

Hukum Gereja Katolik Kanon 537. Di setiap paroki hendaknya ada dewan keuangan yang diatur selain oleh hukum universal juga oleh norma-norma yang dikeluarkan Uskup diosesan; dan dalam dewan keuangan itu kaum beriman kristiani yang dipilih menurut norma-norma itu, hendaknya membantu Pastor Paroki dalam mengelola harta-benda paroki, dengan tetap berlaku ketentuan kanon 532.

Gereja Paroki St. Stefanus tetap berada di dalam konstitusi dan serta ketaatan kepada Uskup sebagai Gembala Keuskupan yang langsung mendidik, membina, dan mendampingi, demi kesejahteraan iman umat.

Romo Paroki sebagai perpanjangan tugas penggembalaan Uskup. Romo Paroki hendaknya taat dan setia meneruskan tugas penggembalaan Uskup dalam semangat tugas perutusan menggembalakan umat Paroki dengan Konstitusi Hukum gereja Katolik itu.

Romo Paroki bekerjasama, berkomunikasi, dan berkoordinasi bersama para pengurus DPP-BGKP, Ketua Lingkungan/Stasi, Asisten Imam, dalam menggembalakan umat Paroki dengan kesejahteraan iman umat.

Selamat kepada Bapak Ibu yang terpilih menjadi pegurus DPP-BGKP, Ketua Lingkungan/Stasi, Asisten Imam.

Semoga tugas perutusan ini menjadi berkat sebagai terang dunia dan garam dunia di tengah pelayanan kepada umat Allah