1. Ucapan Selamat

Kami, pengurus DPP/BGKP, para Ketua Lingkungan, dan para Asisten Imam, bersama Umat Paroki Santo Stefanus Surabaya Mengucapkan: Selamat Natal 2019 & Selamat Tahun Baru 2020

KamI mengundang Bapak, Ibu, Saudara, Saudaria dalam pertemuan Pleno yang akan diselenggarakan Minggu, 12 Januari 2020. Pkl. 10.00 WIB.

Agenda: ramahtamah DPP/BGKP lama dan baru, sharing Romo Paroki, sharing Panitia Natal 2019, penentuan Panitia Renovasi Gereja 2020, penentuan Panitia Paskah 2020, penentuan Panitia Natal 2020, penentuan Panitia HUP 2020.

Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian yang terkasih. Salam dan doa. Tuhan Yesus memberkati Anda sekalian.

Romo Siga dan Romo Herman.

 

2. Hari Raya Penampakan Tuhan

Hari Raya Penampakan Tuhan. Hari Anak Misioner Sedunia. Tahun A/II. Warna Putih. Bacaan Ekaristi: Yesaya 60:1-6.; Mazmur 72:1-2.7-8.10-11.12-13; Efesus 3:2-3a.5-6; Injil Matius 2:1-12.

Saudara-Saudari, kita telah merayakan Natal dan memahami bahwa... Natal berarti Allah menjadi manusia. Allah menampakkan Diri dalam Bayi Yesus yang lahir miskin dan sederhana. Allah merasuki seluruh kemanusiaan dengan Roh Kudus-Nya. Ia memperbaiki manusia yang rusak karena dosa dari dalam. Manusia dipulihkan kembali menjadi manusia citra Allah dan kekasih Allah lagi. Tujuan penciptaan manusia tercapai dengan menjadi kekasih Allah, citra Allah, dan keluarga Allah. Inilah iman yang diwartakan Gereja.

Saudara-Saudari, hari ini kita merayakan Penampakan Tuhan Yesus... Kelahiran Yesus itu ditandai dengan bintang yang bersinar sangat terang dan berjalan menuntun para majus (orang bijaksan/ahli astronomi) untuk memmimpin mereka ke tempat dimana Yesus dilahirkan. Yesus lahir sebagai Raja Damai. Yesus datang ke dunia untuk mengasihi dan menyelamatkan seluruh umat manusia. "Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia." (Matius 2:10-11).

Saudara-Saudari, Orang-orang Majus membawa persembahan... Orang-orang Majus datang dari Timur dibawah bimbingan bintang menuju Bayi Yesus yang terbaring di palungan. Mereka sujud setelah bertemu dengan Bayi Yesus. Mereka memberikan persembahan emas, kemenyan, dan mur. Emas berarti pemberian yang laing berharga. Kemenyan mengungkapan persembahan diri dalam menyembah, ketaatan, kesetian, dan pujian kepada Allah. Mur mengungkapkan Allah yang menjadi manusia, yaitu kemanusiaan Yesus. Yesus Kristus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. (Flp. 1:6-8). Yesus teladan kerendahan hati: tidak sombong, tidak mentang-mentang, tidak main kuasa. Tuhan Yesus menolong kita.

 

3. Catatan Ringan Awal Tahun 2020 (Pak Effendy Sekretaris DPP Sidoarjo)

Menonton pertunjukan wayang menjadi saat yang menyenangkan di masa kanak-kanak saya, maklum pada zaman itu hiburan tidak sebanyak anak-anak di zaman modern ini. Semalam saya teringat sebuah kejadian yang menggelikan, karena Sang Dalang salah dalam melakonkan wayangnya, yakni : Werkudara tibatiba dilakonkan bisa terbang. “Oiii…!!!”, sontak saja penonton berteriak serempak tanpa di komando protes kepada Sang Dalang, sebab Tokoh Werkudara seharusnya tidak bisa terbang. Dalam peperangan Baratayuda mengantarkan Pandawa Bersaudara menjadi pemenangnya dan menguasai kembali istana Astinapura. Kisah Mahabarata berakhir dengan para Ksatria Pandawa mengundurkan diri menuju gunung Mahameru menghindar dari hingar bingar kekuasaan yang telah direbutnya. Dalam perjalanannya, mereka mati satu per satu, kecuali Yudistira dan anjingnya. Kemenangan tanpa sisa membawa mereka jadi limbung, putus asa, lalu mati dalam kesedihan yang teramat sunyi. Kemenangan menjadi tidak memiliki arti lagi, dan bisa jadi sangat membosankan. Sesungguhnya lawan tanding masih diperlukan Pandawa untuk mengisi kemenangannya, supaya hidup lebih hidup (meminjam tagline sebuah iklan rokok, hehehe…). Barangkali semua orang berpendapat sama, bahwa hidup ini lebih rumit dari sebuah rencana. Strategi lebih mudah ketimbang taktik di lapangan, karena taktik cenderung membutuhkan pengalaman dan keteguhan hati. Perbedaan selalu ada dimana-mana dan akan selalu demikian, karena kita tercipta tidak sama sebangun sepikiran dan se… se… se… lainnya yang berkonotasi menyamaratakan semua hal. Harus diingat, bahwa di dunia ini selalu saja ada unsur-unsur pembeda, namun tragisnya pembeda dianggap sebagai bentuk penyimpangan . Ingat! Tidak akan pernah ada kemenangan secara mutlak yang akan terjadi dalam peradaban manusia. “Siapa yang menghendaki buah (hasil) akan segera kecewa, sebab buah itu akan busuk pada waktunya. Tetapi, barangsiapa yang melakukan karya tanpa terseret arus hasrat memiliki, ia akan menerima kebebasan, kebahagian dan jalan yang lurus.” Nasihat Resi Kresna kepada Arjuna dalam kisah Bhagavadgita. Bersambung pada Sajak Pewayangan.....