Jumat, 3 April 2020

 

Di jalan salib, dari rumah Pilatus sampai Golgotha,

Yesus berjalan membelah kerumunan manusia yang berdiri di pinggir jalan.

Pasti ada yang berteriak-teriak membenarkan

Bahwa yang diderita Yesus itu adalah hukuman dari Allah.

Ada juga yang meratapi,

Karena tahu pasti bahwa Yesus menanggung semuanya itu

Bukan karena kesalahanNya.

Namun tentu sebagian besar orang yang ada di pinggir jalan,

Berdiri dalam ketakutan yang besar.

 

Di jalan itu,

ada seorang laki-laki sederhana,

Bernama Simon dari Kirene.

Dia dipaksa oleh para serdadu Romawi untuk menggantikan Yesus memanggul salibNya.

Simon tidak sanggup menolak paksaan itu.

 

Apakah keterpaksaan Simon itu bukan perbuatan baik?

Apakah perbuatan baik Simon yang terpaksa itu bernilai bagi Yesus?

Toh Yesus tetap menderita, tetap disiksa, tetap jatuh lagi tertindih salib.

 

Di jalan itu,

juga ada seorang perempuan. Namanya Veronika.

Dia perempuan tulus dan pemberani.

Dalam kehidupan budaya keagamaan dan kemasyarakatan Yahudi,

seorang perempuan tidak boleh berdekatan dengan laki-laki yang bukan suami, bukan saudaranya.

Lebih dari itu,

peristiwa prosesi hukuman salib Yesus merupakan peristiwa kekerasan politik dan keagamaan.

Ini merupakan urusan laki-laki.

Apa yang dilakukan Veronika sangat besar resikonya.

Tetapi karena ketulusan belas kasih,

Veronika menolak tunduk pada ketakutan.

Dia berani bertindak: Mengusap wajah Yesus yang berdarah dengan sehelai kain.

 

Apakah ketulusan perbuatan baik Veronika itu bernilai bagi Yesus?

Toh Yesus tetap menderita, tetap disiksa, tetap jatuh tertindih salib.

 

Jika perbuatan mereka berdua tidak ada artinya,

mengapa selalu kita doakan dalam ibadat jalan salib?

 

Perbuatan baik entah dipaksa maupun dengan ketulusan,

Meskipun kecil, sangat bernilai bagi Yesus yang sekarang ini sedang menderita dalam diri sesama kita.

 

Tuhan yang Mahakasih,

Berilah kami rahmatMu,

Agar di jalan salib pandemi ini,

Engkau menemukan kami yang telah menjadi

Simon dan Veronika yang bertindak mengambil bagian

memikul beban dan memberikan selembar belaskasih

bagi Yesus yang menderita dalam diri saudara-saudara di sekitar kami.

Jangan biarkan kami hanya diam ketakutan tanpa melakukan apapun.

Tuhan, tambahkanlah iman kami.

 

 

A. Kurdo Irianto