1. Renungan Malam Tahun Baru
Malam tahun baru. pergantian beralih dengan lembutnya. Semestinya sunyi melahirkan bunyi waktu berganti. Perempuan-perempuan menjerit kesakitan melahirkan anak-anak jaman baru yang bersaing dengan suara-suara terompet mengangkasa saling pepet.
Para lelaki menderu dendam kesumat dan berambisi meraih mimpi yang tak kunjung masuk di akal dan merasuk ke dalam nurani. Tak ayal lagi...
Anak-anak pun tak mau ketinggalan. Pikiran-pikiran saling bertumbuk. Ibarat bikers mengendarai tanpa helm. Ibarat petasan meluncur dan nyangkut di ujung dahan, meledak, dan seketika daun-daun berguguran berwarna tanah. Di tengah alun-alun kota. Tampaklah para pengejar cinta dan pengemis kasih sayang. Mereka berdasi dan bersepatu; milik tetangga kampung sebelah; entah bagaimana cara mendapatkannya. Mereka berlari mengejar pijar-pijar api. Tak satu pun mampu menangkapnya. Di pinggir alun-alun. Para gelandangan abadio tertawa terbahak-bahak menyaksikannya. Kata mereka saling bersautan: takkan mungkin bisa! Jika masih belum akur kata dengan kata; ibu dan anak kalimat; teks dan konteks. Jenaka demi jenaka menggerakkan tubuh masuk dalam ruang hening. Setiap detik menambah kerut. Setiap menit menambah kalut. Bilamana jam dikejar tanpa ribut. Bilamana pula waktu jaman, menggerakkan waktu, menuju ruang penantian.

Pesta Keluarga Kudus, 29 Desember 2019
Lembar Suplement
MEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS
Jalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621
Kode Pos 602116 Surabaya – Jawa Timur – Indonesia


2. Hari Minggu Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria Yusuf
Pesta Keluarga Kudus. Tahun A/I. Warna Putih. Bacaan Ekaristi: Putera Sirakh 3:2-6.12-14; Mazmur 128:1-2.3.4-5; Kolose 3:12-21; Injil Matius 2:13-15.19-23.
Saudara-Saudari, kita merayakan Pesta Keluarga Kudus...
Keluarga Kudus yaitu Yesus, Maria, dan Yusuf. Mereka menjadi kudus karena Allah sendiri yang mengasihi mereka dan bekerja di dalam mereka. Yesus yang adalah Allah Putera yang menjadi manusia. Maria, Ibunda Yesus, menerima kehadiran Allah dalam hidupnya dengan melahirkan Yesus. Yusuf, suami Maria dan ayah Yesus, yang taat setia mau menjadi kepala keluarga, dan menjaga Maria serta mendidik Yesus hingga dewasa.
Saudara-Saudari, kita belajar dari Yusuf melindungi keluarganya dari kejahatan.. Setelah orang-orang majus berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Yusuf bangun. Ia mengambil Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. Ia tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.”
Yusuf bangun. Ia membawa Anak itu serta isterinya dan pergi ke tanah Israel. Tetapi setelah ia mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, maka Yusuf pergi ke daerah Galilea.
Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh para nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Saudara-Saudari, berbahagialah kita sebagai ibu diberi karunia melahirkan dan membesarkan anak-anak. Berbahagialah kita sebagai ayah diberi karunia melindungi keluarga. Mari, kita bekerjasama dan mendidik anak-anak supaya semakin beriman.

3. Pekerja-pekerja Allah dalam Keterlibatan Menggeraja di Masyarakat
Gereja Keuskupan Surabaya menggerakkan kita untuk mengakarkan iman dalam hidup bersama di tengah masyarakat. Kita sebagai umat beriman diutus dan bergerak bersama dalam semangat Ardas Kesukupan mendewasakan Paroki yang berakar pada Lingkungan yang hadir di tengah Masyarakat.
Tema Mupas Kesukupan Surabaya kedua ini, Gereja mencari Allah yang secara khusus dalam dinamika lingkungan di Paroki. Sehingga gerakan Gereja ini pun bisa dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Gereja hadir juga untuk kehidupan masyarakat. Relasi umat beriman harus semakin ramah; semakin terang cahayanya; dan semakin bisa dirasakan kehadirannya seperti garam yang larut dalam air hidup.
Dengan demikian, umat beriman semakin ditantang untuk semakin mewujudkan iman akan Kristus dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat.
Allah menjadi manusia. Maria menerima Yesus dan melahirkan-Nya sebagai ALLAH yang menjadi MANUSIA. Ia hidup dan menyertai kita dalam kepedulian dan keterlibatan bermasyarakat. Yusuf, suami Maria dan ayah Yesus, menyerahkan dirinya kepada Allah.
Dalam mimpinya, Yusuf berjumpa malaikat Tuhan. Yusuf bergerak menerima dan melindungi keluarganya. Ia bermimpi, bangun, dan bergerak ke Mesir melindungi keluarganya. Ia bermimpi, bangun, dan bergerak ke Galilea melindungi keluarganya. Kemudian, ia tinggal bersama keluarganya di Nazaret. Melalui Yusuf, nubuat para nabi digenapi: Yesus orang Nazaret.
Yusuf bekerja sebagai ahli tukang kayu. Ia bekerja dengan keras dan teliti hingga urat-urat kayu nampak indah dan menjadi ornamen rumah tangga yang megah. Yusuf bekerjasama dengan Allah melindungi keluarganya sehingga bebas dari kejahatan Herodes dan Arkhelaus dan menyelamatkan seluruh umat vmanusia.
Gereja menggerakkan kita bersahabat dengan Allah dan sesama. Kita bekerja digerakkan oleh iman akan Yesus, mewujudkan kesejahteraan hidup bersama. marilah kita bangun dan bergerak bersama menjadi pendamping anak-anak BIAK, REKAT, OMK. Kita digerakkan oleh cinta kasih Kristus mempersiapkan anak-anak bertumbuh dewasa secara iman kristiani. Mereka hidup untuk orang lain. mereka hidup bergaul dengan orang lain. Sehingga, mereka berani bersaksi dan berkreasi.