Sabtu, 11 April 2020

 

Kita sedang berada dalam budaya kematian:

ketakutan, sendirian, dingin, duka dan gelap.

 

Gusti ora sare.

 

Dia diam-diam pergi keluar meninggalkan rumah ibadat.

Dia tidak mau lagi diisolasi dalam agama tertentu.

Dengan diam pula Dia bekerja di tengah budaya kematian:

Dalam diri para dokter, perawat, relawan dan para donatur.

Tuhan menjelma menjadi beras, minyak dan gula yang memberi kelangsungan hidup.

Tuhan menjelma menjadi nasi bungkus yang menjadi makanan.

Tuhan menjelma menjadi vitamin yang menguatkan.

Tuhan menjelma menjadi masker yang melindungi.

Tuhan menjelma menjadi sanitizer dan disinfektan yang membersihkan.

Tuhan menjelma menjadi uang yang mengalir sebagai rahmat.

Tuhan menjelma menjadi apa saja dari mereka yang berbelaskasih dengan tulus.

 

Tuhan tidak berdiri jauh-jauh dari surga.

Tetapi Dia masuk dalam budaya kematian

Merawat dan menggendong setiap kurban.

 

Pelan-pelan lahir sinar budaya Hidup.

 

Gusti ora sare

 

Gusti kawula ingkang Mahatresna,

kawula nyuwun mugi tansah kaparingan berkah kamirahan nDalem.

Sampun kawula tinebihaken saking Panjenengan ingkang tansah makarya tanpa kendhat,

lan makarya kanthi mendel.

Kersaa ngluwari kawula

saking dosa amargi mboten nderek makarya kalian Panjengan.

Kersaa Panjenengan tansah ngulungaken asta ingkang suci,

lan ngentas kawula supados mboten kelep ing budaya kematian,

ananging nampi Gesang Panjenengan.

Lan saget makarya sesarengan Panjenengan,

nyebaraken pepadang sunaring budaya kehidupan.

 

Indonesianya:

Allah kami yang Mahakasih,

kami mohon semoga selalu diberi berkat kemurahanMu.

Jangan sampai kami dijauhkan dariMu yang selalu berkarya tanpa henti

dan berkarya dengan diam.

Berkenanlah membebaskan kami

dari dosa karena tidak ikut berkarya bersamaMu.

Berkenanlah Engkau selalu mengulurkan tangan suciMu,

dan mengambil kami agar tidak tenggelam dalam budaya kematian,

tetapi menerima HidupMu.

Dan dapat berkarya bersamaMu,

menyebarkan sinar terang budaya kehidupan.)

 

 

 

A. Kurdo Irianto