1. Anak-anak Menabung 5

Bel tanda masuk kelas berbunyi. Anak-anak antri di depan kelas untuk cuci tangan. Riuh ramai sambil bermain air. Bahkan ada anak yang ambil air setangkup di tangan lalu melemparkan air itu kepada teman-temannya. Anak yang lain pun tak mau kalah. Mereka berebut air di kran itu, lalu saling melemparkannya. Ibu guru melihat ulah mereka yang sedang bermain air itu dari jauh. Ia menghampiri mereka. Spontan semburat masuk kelas, meskipun ibu guru tidak menegur mereka. Setelah anak terakhir masuk kelas, ibu guru masuk dan berdiri persis di depan mereka. Ia bertanya siapa yang memulai acara bermain air dan mengguyurkannya kepada teman-teman yang lain. Suara anak-anak kembali ramai dan saling menuding. Kakak angkat tangan dan menyampaikan bahwa ia melakukannya juga dan itu terjadi karena ada yang lebih dulu melemparkan air itu kepadanya sampai kena mukanya. Ibu guru diam, tak menanggapi. Lalu di bagian belakang, terdengar suara, bukan saya bu guru... suara-suara mulai bermunculan dari anak-anak saling membela diri. Ibu guru menengahi mereka. Ia mengatakan cukup untuk saling membela diri. Sekarang, kita harus mulai menyadari bahwa bermain air sebaiknya tidak dilakukan lagi. Air ini masih bisa dipakai untuk mencuci tangan, cuci kaki setelah olah raga, cuci muka bagi yang ngantuk di kelas, untuk cuci lap yang kotor. Kita harus menghemat penggunaan air. Kita beli supaya ada air, maka minimkanlah biaya & berhematlah!

 

2. Prapaskah IV: Yesus Sang Terang Kehidupan Tahun A/II.

Hari Minggu Prapaskah IV. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: I Samuel 16:1b.6-7.10-13a; Mazmur 23: 1-3a.3b-4.5.6; Efesus 5:8-14; Injil Yohanes 9:1-41.

Saudara-Saudari yang terkasih,

kita membutuhkan cahaya dalam hidup... Fajar pagi tanpa matahari, maka dunia menjadi gelap. Malam hari tanpa cahaya bulan dan lampu, maka dunia dan seisi rumah akan menjadi gelap. Memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan seluruh ruangan rumah, kita sangat membutuhkan adanya penerangan dari sinar matahari atau cahaya lampu rumah. Membaca buku, tulisan bisa terbaca karena ada cahaya. Betapa kita sangat membutuhkan sinar dan cahaya dalam kehidupan kita. Sehingga, kita bisa melakukan aktivitas keseharian dibawah terang cahaya.

Saudara-Saudari yang terkasih,

Yesus adalah cahaya terang hidup rohani kita... Yesus bersabda bahwa Akulah terang dunia. Yesus menyembuhkan orang yang sakit buta sejak lahir. Orang buta itu sembuh. Ia bisa melihat terang di sekitarnya. Orang buta yang sembuh itu juga bisa melihat Yesus. Lalu orang itu bersaksi tentang Yesus. Ia percaya Yesus. Namun, orang-orang Farisi menolak itu dan tidak percaya. Orang-orang Farisi mencari-cari kesalahan Yesus. Mereka menentang Yesus. Mereka membenci Yesus. Mereka menolak Yesus menyembuhkan orang buta itu. Orang Farisi menyatakan tindakan Yesus adalah pelanggaran berat terhadap hari Sabat dalam hukum agama Yahudi. Yesus telah menyembuhkan orang yang sakit buta sejak lahir. Orang yang disembuhkan itu menjadi percaya kepada Yesus, bahkan ia menyebut Yesus sebagai Tuhan dalam imannya. Yesus menegaskan bahwa aku datang ke dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.

Saudara-Saudari yang terkasih,

orang yang percaya mendapatkan terang itu... Orang yang hidup dalam terang maka ia akan sampai iman kepada Yesus. Orang yang hidup dalam kegelapan, maka ia tidak akan bisa menerima Yesus. Penghakiman dan hukum itu sudah terjadi dengan sendirinya. Orang yang menerima terang cahaya itu menyinari hidupnya, demikian pula sebaliknya.

 

3. Ketentuan Pastoral Keuskupan Surabaya Terkait Virus Corona (Covid 19)

MISA UMAT Misa Harian & Misa Mingguan 21 Maret 2020 – 3 April 2020 DITIADAKAN

Romo, Suster, Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, Salam Damai Kristus..

Berdasarkan surat edaran dari Kesukupan Surabaya yang diterbitkan pada 21 Maret 2020, maka; Meniadakan Perayaan Ekaristi harian dan mingguan serta kegiatan lain yang mengumpulkan keluarga-keluarga atau pribadi umat dalam satu tempat, gedung gereja, atau kapel di wilayah Keuskupan Surabaya.

Keputusan ini berlaku mulai hari ini tanggal 21 Maret 2020 sampai 3 April 2020. Sekian.

Terima kasih. Salam dan Doa. Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa Komuni Batin Yesus,

aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Maha Kudus, Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurang secara rohani ke dalam hatiku. Seolah-olah Engkau telah datang, aku memeluk-Mu dan mempersatukan dirikusepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku terpisah dari pada-Mu. Amin.