(Ruang Hening Refleksi Atas Keselamatan Hidup Abadi)

1. Rindu Hujan
Bocah perempuan membawa payung ke sana ke mari di rumahnya. Ia hendak sekolah. Ketika di kelas, ia masih ingat, gurunya pernah berkata, bahwa curah hujan cukup tinggi pada bulan Desember. Pada kenyataannya, hujan tidak juga turun.
Ia menanyakan kepada ayahnya: apakah bulan Desember akan terjadi hujan? Ia juga bertanya kepada ibunya tentang hal yang sama. Kenyataannya, sempat terjadi mendung, sempat terjadi kilat, dan sempat terjadi gluduk suara petir. Hujan tetap saja bersembunyi di balik awan hitam. Tidak jua turun.
Bocah itu bertanya dalam hatinya: mengapa hujan enggan turun. Lama-lama ia terbiasa dengan pertanyaan itu. Ketika diselimuti pertanyaan tentang hujan di bulan Desember, maka ia memutuskan untuk kemana-mana selalu membawa payung.
“Sedia payung sebelum terjadi hujan!” Benaknya dengan hati gembira.
Orang tuanya memahaminya karena ia sangat rindu pada hujan. Ia sangat suka bermain air hujan. Ketika hujan, tak pernah dilewatkannya ketika hujan turun.
Pernah suatu ketika hujan di awal tahun ini. Ia keluar kelas langsung menerjang hujan pertama turun. Gurunya menegurnya, “Sirlyyyy, jangaaan main hujan-hujanaann, nanti kamu sakit!” Jawabnya, “Tidak apa apa, ibu”
“Nanti saya dimarahi orang tuanmu kalo kamu sakit?!!!”
“Mereka sudah tahu, saya suka hujan!”
“Sirly, ayooo masuk, masalahnya ini masih jam pelajaran.”
Bocah itu tersenyum, masuk kelas, mengikuti pelajaran dengan basah kuyub.
Masa Adven Ketiga, 15 Desember 2019
Lembar Suplement
MEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS
Jalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621
Kode Pos 602116 Surabaya – Jawa Timur – Indonesia

2. Yohanes Pembaptis Mempersiapkan Jalan Bagi Tuhan
Hari Minggu Gaudete Adven III. Tahun C/I. Warna Ungu/Pink. Bacaan Ekaristi: Yesaya 35:1-6a.10; Mazmur 146:7.8-9a.9bc-10 ; Yakobus 5:7-10; Injil Matius 11:2-11.
Gereja mewartakan Yesus pasti datang membawa sukacita. Harapan baru bahwa Yesus Mesias yang telah kita nantikan memberikan sukacita keabadian bagi semua orang. Kita tak perlu lagi bersungut-sungut. Menanti itu menggembirakan.
Iman memampukan kita antri dalam menanti. Tantangannya, arus kebanyakan orang yang tidak suka antri untuk menanti. Kalau bisa cepat, mengapa harus lambat. Antri BBM menggerutu. Antri sembako mencaci maki. Antri belanja bypass mendahaului. Jika tanpa antri, kita justru merugikan banyak orang.
Marilah kita belajar dari pengalaman Yohanes Pembaptis, cara hidup, dan pekerjaannya menantikan kedatangan Yesus. Yesus menguatkan iman Yohanes.
Yohanes Pembaptis berada dalam penjara. Imannya sempat goyah ketika berada dalam penjara. Ia masuk penjara karena suara kenabiannya yang jujur dan melawan Herodes, yang kawin dengan isteri saudaranya. Yohanes seorang nabi. Ia bahkan lebih dari pada nabi. Yohanes adalah Elia baru. Hidupnya keras, berpakaian kasar, tinggal di padang gurun. Pribadinya kuat, yang tidak tergoyangkan oleh angin. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Yohanes mengimani bahwa ia membuka jalan bagi Yesus. (Yohanes 1:19-37).
Yohanes berada di penjara. Hidupnya susah, karena mewartakan kebenaran iman akan Kristus. Namun, ia tetap berjuang akan imannya itu. Maka, ia mengutus para muridnya untuk mendengarkan kepastian akan masa penantiannya. Kabar berita itu benar setelah para murid mendengar langsung dari Yesus.
Yesus meneguhkan iman Yohanes melalui para muridnya. Yesus memberi kepastian. Yesus ingin Yohanes tahu akan penggenapan nubuat nabi Yesus seperti Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu, Matius 11:5, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberitakan kabar baik.
Yesus memuji ketaatan Yohanes dan menggenapi nubuat Yesaya. “Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu danmendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Yohanes pembaptis hidupnya lebih besar dari nabi.

3. Ketua Lingkungan Menggerakkan Remaja Katolik dan Orang Muda Katolik
Gereja Keuskupan Surabaya, dalam penggembalaan Bapa Uskup Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, mewujudkan hasil Musyawarah Pastoral 2019. Tahun 2020 menjadi gerakan iman dalam tahun pertobatan bersama sebagai murid-murid Kristus yang dewasa dalam iman. Komitmen pertobatan penggembalaan itu dikehendaki Tuhan Yesus bagi seluruh umat beriman Keuskupan Surabaya.
Para Ketua Lingkungan mendapatkan apresiasi sangat baik dan perhatian khusus dalam rangka ucapan syukur dan terima kasih karena berpartisipasi menggerakkan keluarga-keluarga bertumbuh iman yang dewasa di tengah masyarakat.
Ketua Lingkungan menjadi insan strategis dalam pelayanan misi bagi keluarga. Dalam hal ini Paroki St. Stefanus Surabaya menghadirkan semangat persekutuan itu dalam Ekaristi Kaum Muda EKM. Orang Muda Katolik mencintai Ekaristi. Semangat Ekaristi: berani ditampilkan, dipecah-pecah, dan dibagikan dalam karya pelayanan Gereja di tengah hidup bermasyarakat.
Ekaristi adalah Tuhan Yesus mengundang kita berkumpul dan berdoa. Ekaristi sebagai ungkapan syukur dan permohonan syukur umat beriman. Ekaristi adalah pengudusan kita sebagai murid-murid Kristus. Ekaristi menjadi peristiwa iman dan tindakan kita sebagai orang kristiani. Dalam Ekaristi, Yesus hadir dalam sabda, Tubuh dan Darah Kristus, umat, serta imam.
Tahun 2020, kita akan sosialisasi dan pelaksanaan Ekaristi Kaum Muda. Kita akan mengadakan pertemuan pleno para Kaling, DPP, BGKP, dan umat, 13 Januari 2020. Kita membicarakan tiga agenda Paroki, yaitu Pertama, LPJ Ketua Panitia Natal; Kedua, Ekaristi Kaum Muda, Sabtu, 23 Februari 2020, Formatio Launching; Ketiga, Persiapan Masa Prapaskah dan Masa Paskah dan melantik Ketua Panitia Paskah.
Berikut ini jadwal Misa di Paroki St. Stefanus Surabaya: Misa Sabtu, Pkl. 18.00 – Pkl. 19.15 WIB. Ekaristi Kaum Muda bersama Umat Allah (EKM). Misa Minggu I. Pkl. 06.00 WIB - Pkl. 07.15 WIB. Misa Minggu II. Pkl. 08.00 WIB - Pkl. 09.15 WIB.
Kita berharap kaderisasi Orang Muda Katolik semakin hidup. OMK memahami Ekaristi, mencintai Ekaristi, dan diutus dengan semangat Ekaristi. Operasional kaderisasi muncul semangat menjadi misdinar, lektor, pemazmur, asisten imam, organis, koor, petugas kolektan, petugas tata tertib, dan bukan jaga parkir.