logo

Dewan Pastoral

Dewan Pastoral Keuskupan adalah organ Gereja yang membantu tugas Uskup dalam merealisasikan tugas pastoralnya, khususnya dalam hal: melihat, mendengarkan, mempelajari dan menilai hal-hal yang menyangkut karya-karya pastoral di Keuskupan dan merumuskan kesimpulan-kesimpulan strategis. 

Dewan Pastoral ini didirikan sebagai sebuah organ -baik karena landasan teologis, maupun hakekat yuridisnya- di mana di dalamnya terealisasi partisipasi dan kerja sama para imam, religius dan terutama kaum awam dalam karya pastoral Gereja. Dengan demikian, melalui representasi Dewan Pastoral, semua kaum beriman mewujudkan kehadiran Gereja sebagai Persekutuan (Communio). Di dalam dan melalui Dewan Pastoral Keuskupan terungkap model Gereja yang hidup, berkembang, dan bergerak sebagai suatu komunitas. 

Kompetensi Dewan Pastoral Keuskupan adalah adalah hal-hal yang berkaitan dengan karya pastoral di Keuskupan, yang bersumber pada eklesiologi Konsili Vatikan II (lih. CD 27).

Yang dimaksud dengan karya pastoral di Keuskupan adalah berbagai aktivitas penggembalaan yang dilaksanakan untuk mengembangkan persekutuan (communion) dan melaksanakan misi Gereja Keuskupan di berbagai bidang dan tingkatan dalam kesatuan dengan Uskup sebagai Gembala Keuskupan. 

Fungsi, Wewenang, Tugas Dewan Pastoral

Dewan Pastoral Keuskupan berfungsi untuk mengemban tanggung jawab bersama atas hidup dan karya Keuskupan sebagai Gereja setempat, sesuai dengan kedudukannya sebagai badan penasehat yang terdiri dari klerus, anggota tarekat hidup bakti, dan terutama kaum awam (bdk. kan 512 § 1).

Wewenang Dewan Pastoral Keuskupan adalah menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan dan pengorganisasian pastoral secara organik, termasuk mempelajari situasi pastoral, menentukan garis-garis penting dan prioritas-prioritas program berdasarkan pengamatan atas karya pastoral dan kerasulan keuskupan. Wewenang tersebut dilaksanakan dalam kebersamaan dengan Uskup Diosesan.

Secara khusus, Dewan Pastoral Keuskupan mengambil bagian reksa pastoral Uskup khususnya dalam merencanakan, merumuskan dan mengawal perwujudan arah dasar penggembalaan dalam periode/jangka waktu tertentu, dengan tugas-tugas sebagai berikut: 

  1. Mempelajari situasi pastoral yang aktual di seluruh wilayah keuskupan, antara lain yang berkaitan dengan aktivitas pastoral, personalia, finansial, material, penataan teritorial, situasi kemasyarakatan dan lain-lain. Mempelajari hendaknya dimengerti dalam konteks: menganalisa, menguji atau menyelidiki tanda-tanda atau sisi-sisi positif-negatif, baik-buruk dan untung-rugi dari situasi pastoral di atas, ditinjau dari segi perlunya mengembangkan karya pastoral di keuskupan.
  2. Menilai situasi pastoral di atas dalam terang Injili, dengan merujuk pada Sabda Allah, Magisterium dan Tradisi Gereja universal, dan dengan mempertimbangkan berbagai hasil musyawarah gerejawi di tingkat regional, nasional dan partikular Keuskupan Surabaya. Hasil musyawarah pastoral di tingkat keuskupan dinamai ‘ARAH DASAR’ (Ardas) Pastoral Keuskupan Surabaya. Penilaian atas situasi pastoral ini perlu dibuat agar Arah Dasar Keuskupan sebagai kristalisasi dari terang Injil sungguh-sungguh menguji dan menegaskan Misi Gereja.
  3. Mengajukan usulan-usulan pastoral yang perlu diambil di semua tingkat reksa pastoral Keuskupan. Usulan-usulan tersebut dapat berupa Arah Dasar Pastoral (visi-misi), pola/model pastoral, kebijakan pastoral, langkah-langkah pastoral, program-program, dan sebagainya.
  4. Dalam menjalankan tugas-tugas di atas, Dewan Pastoral Keuskupan perlu membina komunikasi dan kerjasama dengan lembaga-lembaga Keuskupan Surabaya dan pihak-pihak lain yang relevan dalam karya pastoral.