logo

Komisi Karya Misioner

Alamat         Jl. Majapahit No. 38B, Surabaya 60265
Telepon PABX  031 - 5616042; 5679865; 5624141; 5665061  Ext.34
Email [email protected]

 

Satu Lembaga Tunggal dengan Empat Serikat Misi

Bapa Suci dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh beberapa Kongregasi Suci antara lain Kongregasi Suci Evangelisasi Bangsa-bangsa. Kongregasi Suci untuk Evangelisasi Bangsa-bangsa (Congregatio sacra pro gentium evangelizatione atau Sacred Congregation for Evangelization of Peoples) membawahi empat Serikat Misi Kepausan /Pontifical Mission Societies, yang dipimpin oleh seorang “Presiden” dan dibantu oleh empat Sekretaris Jenderal untuk masing-masing serikat. Semuanya berkedudukan di Roma.

Serikat-serikat Kepausan merupakan satu “Lembaga Tunggat' dengan empat cabang :

  1. Serikat Kepausan Propaganda Fide untuk Pengembangan Iman (The Pontifical Society for the Propagation of Faith)
  2. Serikat Kepausan Santo Petrus Rasul untuk Pengembangan Panggilan (The Pontifical Society of St. Peter Apostle)
  3. Serikat Kepausan Anak & Remaja Misioner / Kanak-Kanak Suci (The Pontifical Society of the Missionary Childhood/ the Holy Childhood)
  4. Serikat Kepausan Misioner bagi para Imam, Religius, Awam (The Pontifical Missionary Union)

 

Tujuan Umum

Tujuan pokok Serikat-Serikat Misi Kepausan adalah mengembangkan semangat misioner universal dalam hati umat Allah. Dalam mewujudkan tujuan itu, ketiga Serikat yang pertama menghimbau umat Allah untuk mengungkapkan motivasi misioner melalui kerja sama dengan karya penyebaran iman, baik di bidang spiritual maupun di bidang material. Ketiga Serikat Kepausan ini menciptakan semangat solidaritas misioner internasional untuk membiayai program bantuan universal. Sedangkan Serikat yang keempat, Serikat Kepausan untuk Persekutuan Misionaris, langsung bertujuan mendidik para misionaris agar sadar akan tugas misionernya. Serikat ini tidak mengumpulkan sumbangan material apa pun (Statuta Karya Kepausan 1980, Bab I No.3).

 

Keempat Serikat ini mempunyai tujuan antara lain:

 Mengadakan animasi dan promosi panggilan misioner.

  1. Mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab misioner universal dalam hati setiap orang Katolik.
  2. Mengundang peran serta misioner umat secara spiritual (doa, kurban) maupun material (derma, dana, diri sendiri); saling menolong dan membantu dalam hal tenaga maupun materi (LG 13).
  3. Membangkitkan dan memperdalam kesadaran semangat misioner melalui informasi dan formasi misioner, universal maupun lokal.

Memberikan bantuan/sarana untuk kegiatan evangelisasi / Pewartaan Injil. Karya Kepausan mendukung karya Misi Gereja dengan memberikan bantuan spiritual dan material untuk pewartaan Injil, terutama memperhatikan Gereja- gereja lokal yang berkekurangan.

 

Apa itu KKI?

KKI adalah singkatan dari Karya Kepausan Indonesia. KKI merupakan satu lembaga tunggal yang terdiri dari empat Serikat, yakni Serikat Kepausan Pengembangan Iman, Serikat Kepausan Anak dan Remaja, Serikat Kepausan St. Petrus Rasul, Serikat Kepausan Para Imam/Religius dan Awam. Karya Kepausan hadir di Indonesia pada tahun 1919, setelah perang dunia pertama. Pada waktu itu Tanah Air kita masih berada di bawah pemerintahan Belanda dan dikenal sebagai daerah Hindia Belanda (Nederlands Indie). Karya Kepausan waktu itu bergabung dengan Karya Kepausan Negeri Belanda. Karena pelbagai faktor Karya Kepausan tidak dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tahun 1970-an, Biro Nasional Karya-Karya Kepausan mulai berfungsi lagi, dengan nama Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia - National Office of the Pontifical Missionary Societis of Indonesia. Para Uskup Indonesia dalam sidang MAWI ( kini KWI) yang diadakan 22 November hingga 4 Desember 1971, mengakui keberadaan Karya Kepausan untuk memupuk dan mengembangkan semangat misioner di Indonesia. Semenjak itu, KKI mulai diperkenalkan di semua keuskupan di Indonesia dan berkembang terus hingga saat ini. Di Keuskupan Surabaya, KKI ini sebenarnya sudah ada pada era tahun 1990 an dan bergabung dalam Komisi Karya Misioner. Namun baru pada tahun 1994- 1996 mulai digalakkan, hanya saja perkembangannya tidak terlalu besar dan kurang diperkenalkan. Baru setelah antara akhir tahun 2003 - awal tahun 2004, KKI mulai digaungkan kembali dan berusaha untuk menjalankan 4 Serikat tersebut, dan tetap bekerjasama dengan Komisi Karya Misioner yang merupakan litbangnya.

 

Keempat Serikat Kepausan yang ada di dalam KKI dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. SERIKAT KEPAUSAN UNTUK PENGEMBANGAN IMAN
    • Pada tahun 1818, seorang Wanita Awam Perancis yang masih muda, Pauline Marie Jaricot mulai membentuk Serikat Penyebaran Iman (the Association for the Propagation of Faith). Serikat ini secara resmi didirikan di Lyon - Perancis pada tanggal 3 Mei 1822. Pauline adalah Pendiri serikat Misi dan Pemberi bantuan terbesar untuk misi dalam seluruh sejarah Gereja Katolik. Serikat Penyebaran Iman ini kemudian pada tanggal 3 Mei 1922 diberi status “kepausan” - “Pontifical’ - oleh Paus Pius XI dengan nama the Pontifical Society of the Propagation of Faith - Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman. Pauline dalam menjalankan kelompoknya ini berawal dengan apa yang dikatakan dalam Injil Mat 28: 18-19 yang menyentuh hatinya. “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus........................................................ ”
      1. Nilai-nilai Misioner Serikat ini:
        1. Memberikan segenap hati untuk Misi
        2. Teguh dalam iman
        3. Tabah dalam menerima tantangan salib
        4. Menghargai Ekaristi (Adorasi Sakramen Maha Kudus) dan Rosario (The Living Rosary) sebagai sumber kekuatan untuk misi
        5. Solider dengan yang menderita, kaum muda dan perempuan.
      2. Tujuannya :
        1. Membangkitkan kesadaran dan keterlibatan seluruh umat dalam tugas Pengembangan Iman
        2. Memajukan kerjasama bantuan/solidaritas misioner, penukaran tenaga missioner
        3. Memohon kedermawanan umat dalam dana sentral misi
        4. Memberikan formasi dan info tentang Misi
        5. Mempromosikan Doa dan Dana selama bulan Misi
        6. Membentuk jaringan kerja missioner
      3. Kegiatan yang dapat diupayakan:
        1. MEMELIHARA & MENYALAKAN SEMANGAT MISI: buat doa u/ misi, upayakan wawasan misi sejak usia dini
        2. Membuat kreasi Doa dan Lagu yang bernafaskan ’’formation Misi” sesuai dengan budaya setempat
        3. Distribusi bahan-bahan Minggu Misi
        4. Menjadi sumber formasi dan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Misi
        5. Menjalin kerjasama dengan Komisi/ pihak-pihak terkait dalam menyebarkan semangat Misi pada seluruh aspek umat
        6. Mempelajari budaya setempat untuk menunjang pelaksanaan Misi
        •  
  2. SERIKAT KEPAUSAN ANAK DAN REMAJA MISIONER
    • Untuk memberikan pendekatan misioner terhadap devosi kepada Kanak Yesus, Uskup Nancy - Perancis, Mgr. Charles Augustie Marie de Forbin-Janson, membentuk suatu gerakan anak-anak Kristen untuk menolong anak-anak yang menderita, masih kafir dan mengantar mereka kepada keselamatan. Maka pada tanggal 19 Mei 1843 lahirlah Serikat Kanak-Kanak Suci - the Society of the Holy Childhood di Keuskupan Nancy- Perancis. Pada tanggal 3 Mei 1922, Paus Pius XI meresmikan serikat ini sebagai Karya Kepausan - “Pontifical Work”. Pusatnya dipindahkan ke Roma dengan status kepausan. Mgr. Charles Forbin de Janson memulai gerakan ini karena tersentuh dengan Injil Mat 18;3-4 & Mat 19,15 yang mengatakan: “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga”. (Mat 18:3-4)
    • “Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, karena merelah yang empunya Kerajaan Surga“ (Mat 19:15).
    •  
    1. Nilai-nilai Misioner Serikat ini:
      1. Kepekaan hati untuk Misi sejagat terutama pada anak-anak dan remaja
      2. Penghargaan akan hak dan martabat anak & remaja
      3. Sikap , solidaritas diantara anak dan remaja sesuai dengan motto : “Children Helping Children”
    2. Tujuannya :
      1. Membangun hubungan pribadi penuh persahabatan dengan Yesus dan sesama sahabat
      2. Membangun kesadaran misioner dalam hati dan budi pada diri anak-anak dan remaja
      3. Membangun persekutuan misioner di kalangan anak dan remaja
      4. Membangun kerjasama misioner sejak dini di kalangan anak dan remaja
      5. Membangun kepedulian misioner antar anak dan remaja melalui Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian
      6. Menyiapkan kader misioner dari sejak usia dini
    3. Kegiatan yang dapat diupayakan:
      1. Dalam setiap pertemuan, unsur perutusan misioner harus menjadi nafas utama (mis: di akhir pertemuan ada aksi/perutusan misioner, doa u/ tanah misi, misioner-2 asing, dll.)
      2. Mengajak anak dan remaja untuk berani memberikan diri bagi orang lain/ sesama yang tersisih
      3. Semangat 2 D 2 K dalam setiap pertemuan rutin anak dan remaja
      4. Mengupayakan betapa pentingnya semangat misioner dalam diri anak dan remaja melalui pertemuan-pertemuan khusus.
      •  
  3. SERIKAT KEPAUSAN ST. PETRUS RASUL Untuk PENGEMBANGAN PANGGILAN
    • Jeanne Bigard, dengan dorongan dari ibunya Stephanie Bigard
    • memberikan perhatian terhadap imam-imam dan pendidikan calon imam di daerah-daerah misi. Dia memulai kegiatannya pada tahun 1886 dan secara resmi didirikan di Caen - Perancis pada tahun 1889. Pada tahun 1894, dia memperkenalkan Serikat ini secara luas kepada publik. Pada tanggal 3 Mei 1992 dinyatakan sebagai Karya Kepausan - ‘Pontifical Work’ - oleh Paus Pius XI dan dipindahkan ke Roma dengan status kepausan. Jeanne Bigard dan ibundanya Stephanie dikenal sebagai tokoh perintis Serikat Kepausan St. Petrus Rasul untuk Pengembangan Panggilan. Sabda Yesus ini menjadi sumber inspirasi bagi ibu Stephanie dan anaknya Jeanne Bigard : « Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian supaya la mengirimkan pekerja- pekerja untuk tuaian itu » (Mat.9:38)
    •  
    1. Nilai-nilai Misioner Serikat ini:
      1. Kepedulian terhadap pengembangan panggilan Gereja lokal
      2. Perhatian terhadap keterbatasan dana dan fasilitas pendidikan Imam
      3. Kepasrahan kepada kehendak Allah
    2. Tujuannya :
      1. Menyadarkan umat bahwa pembinaan Imam lokal itu merupakan tanggungjawab umat juga (On Going Formation)
      2. Info dan sosialisasi tentang Hari Minggu Panggilan
      3.  Mengupayakan bantuan bagi rumah-rumah pendidikan Imam/ biarawan/wati
      4. Menggalang semangat Doa dan Pengorbanan
      5. Memberi info dan formasi spiritualitas dan motivasi
    3. Kegiatan yang dapat diupayakan:
      1. Mengkoordinir Aksi Panggilan secara bersama-sama
      2. Menjalin kerjasama dengan kelompok kategorial untuk membantu Dana Seminari setempat (Mis: Orangtua asuh)
      3. Penyadaran umat akan tanggungjawab dalam memajukan panggilan
      4. Membuat dan menyebarluaskan Doa Panggilan pada umat
      5.  Kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam memberikan animasi misioner
      6. Usaha-usaha meningkatkan derma panggilan universal (amplop khusus, kotak derma, dll)
      •  
  4. SERIKAT KEPAUSAN MISIONER PARA IMAM, RELIGIUS, AWAM
    • Pater Paolo Manna, PIME , seorang misionaris di Birma sungguh prihatin melihat karya misi yang begitu besar dan luas, tetapi kekurangan tenaga misionaris dan kurangnya semangat misioner di antara para imam. Karena itu ia mendirikan Persekutuan Misioner Para Imam (the Missionary Union of the Clergy) di Roma untuk menjiwai imam-imam bagi pewartaan Injil ke seluruh dunia, mengembangkan pengetahuan tentang misi dan memajukan doa-doa untuk misi. Pada tanggal 23 Oktober 1916 Paus Benediktus XV menyetujui Persekutuan Misioner ini. Setelah menyaksikan perkembangannya yang pesat dan tersebar di seluruh dunia, maka pada tahun 1956 ditetapkan sebagai Karya Kepausan oleh Paus Pius XII dengan status kepausan. Ketiga gerakan misi ini dirintis oleh tiga orang wanita awam, seorang uskup dan seorang imam, pada mulanya merupakan gerakan / aksi misi setempat. Setelah diangkat menjadi Karya Kepausan dan diberi status kepausan, maka mulai diupayakan pendidikan misioner dengan tujuan untuk memupuk “Kesadaran bermisi” demi melayani Gereja Universal. Para Uskup dan para pastor diminta untuk menggalakkan pendidikan misioner di wilayah keuskupan dan paroki-parokinya. Paus Benediktus XV menegaskan ciri khas serikat ini sebagai Persekutuan Para Misionaris- the Missionary Union. Serikat ini merupakan ‘jiwa’ - ‘soul’ - dari ketiga serikat misi yang lain Pater Paolo Manna digelarkan Beato pada tanggal 4 November 2001 di Roma oleh Paus Yohanes Paulus II.
    • Sabda Yesus menggerakkan hati Beato Paolo Manna untuk Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan nama Anak dan Roh Kudus (Mat 28 : 19). "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu” (Yoh.20:21). Dia menemukan kehendak Allah baginya : “menjadikan dirinya, melalui tulisan-tulisan dan terbitannya, sebagai animator misi bagi seluruh Gereja: Misionaris untuk Misi’
    •  
    1. Nilai-nilai Misioner yang dimiliki Serikat ini adalah:
      1. Menyadari bahwa semua orang adalah misioner
      2. Kerja sama misioner
      3. Prihatin akan kekurangan Imam Misionaris yang bermutu
      4. Peranan Kaum Awam
      5. Metode Evangelisasi yang kontekstual
    2. Tujuannya :
      1. Memberi Informasi dan Formasi Misioner
      2. Agar para Imam terbuka pada perutusan universal
      3. Penyebaran semangat misioner melalui pelbagai media lokal, nasional dan internasional.
    3. Kegiatan yang dapat diupayakan:
      1. Kerjasama dengan kelompok religius, rohaniwan/wati untuk animasi dan motivasi misioner
      2. Beri perhatian dan doa bagi para Imam yang berkerja di tanah Misi
      3. Menggerakkan para religius dan awam untuk peduli dengan “Hari Orang Sakit’ sedunia (yang jatuh pada tanggal 11 Februari setiap tahunnya)
      4. Menggalang komunikasi dan kerjasama dengan kelompok-kelompok selibat awam, dan awam misioner
      5. Menyebarkan semangat misioner melalui KGB.

Bagimana dengan KKM ?

KKM adalah Komisi Karya Misioner yang merupakan bentukan dari Kongres Waligereja Indonesia. Secara struktural KKM harus ada di setiap keuskupan sesuai dengan himbauan dari KWI. Namun, kenyataannya banyak di berbagai keuskupan KKM selalu digabungkan dengan KKI. Mengapa demikian? Karena KKM merupakan salah satu pelayanan yang memiliki tujuan penyebaran semangat misi pada umat di Gereja lokal. Untuk itu KKM sendiri lebih banyak pada pengembangan dan penelitian Gereja-Gereja lokal. Dan selama ini di jajaran Komisi di tingkat KWI pun, KKM selalu bekerjasama dengan KKI, yang dirasakan lebih tepat memberi wawasan dan animasi misi adalah KKI. Sehingga dengan kata lain dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • KKM yang menjalankan penelitian dan pengembangan semangat misi di Gereja Lokal
  • KKI merupakan tangan kanan untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan-kegiatan praktisnya, melalui keempat serikat kepausannya.
    •  

Visi

Persekutuan Umat Allah yang misioner, dinamis dan dialogis dalam wujud nyata kehidupan sehari-hari

Misi

  • Membangun dan memotivasi umat Allah di keuskupan Surabaya untuk bertumbuh dan berkembang dengan semangat misioner serta berinisiatif dan aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat
  • Penyadaran arti panggilan hidup yang benar sebagai awam maupun religius.

 

PROGRAM-PROGRAM YANG TELAH DILAKUKAN :

  • - Peringatan Hari Anak dan Remaja Misioner (bekerjasama dengan BIAK dan REKAT)
    • (Misa Misioner Bersama, Lomba dan Panggung Gembira Misioner)
  • - Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia
    • (Sarasehan/ Seminar Kesehatan, Novena Orang Sakit, Leaflet dan buku Doa, kunjungan ke rumah-rumah sakit, pembagian brosur dan pesan Paus, dll)
  • - Hari Minggu Panggilan
    • (Talkshow Panggilan, Seminar Panggilan, Expo panggilan, Live-ln, Penyebaran Doa, dll)
  • - Hari Minggu Misi
    • (Missio Camp bagi kaum muda, Mission Rally, Expo dan Rally Misi, Pelatihan-pelatihan Misi untuk berbagai kalangan, dll)
  • - SOMA (School of Missionary Animators)
    • (bagi animator anak dan remaja, dewan paroki dan perangkatnya)
  • - Retret dan Rekoleksi bagi anaimator/tris
  • - Sosialisasi Wawasan dan Makna Misi (Spiritualitas Misi)
  • - Pembuatan Buletin Misi (DIOSKURI) terbit sebulan sekali
  • - Bekerjasama dengan berbagai bidang terkait dalam penyebaran semangat misi bagi umat mulai usia dini sampai selanjutnya.

 

SUSUNAN KEPENGURUSAN KKI - KKM 2017-2020

Ketua Komisi Teresa Veronica Ongkoratna Tjandrasari
Sekretaris Martha Monica Andrawina Riadarti
Bendahara Veronika Norma Ferdiana
Bag. Animasi Panggilan Sr. Reinarda Sri Winarni, SSpS
  Margaretha Setyowati
Bag. Animasi Misioner Abraham Aibertus Taneh
  Veronika Norma Ferdiana
Bag. Litbang Misioner Martha Monica Andrawina Riadarti
  Josefa Juniarti Mardijono
Bag. Humas dan Media Eufrasia Lilianisari
  Veronika Yovita Anggraeny Retnadi
  Ferdinandus Fernando Harianto